Blogger Mesti Bisa Ngoding?

Blogger Mesti Bisa Ngoding – Ngeblog itu sesuatu yang menyenangkan. Kita bisa berbagai banyak hal kepada orang lain lewat tulisan. Untuk menyampaikannya pun cukup mudah. Tinggal buat tulisan di aplikasi pengola kata seperti Microsoft Word dan semacamnya, lalu posting di blog dan kemudian bagikan melalui sosial media. Tapi, setelah dipelajari lagi ternyata ada beberapa hal lainnya yang juga mesti dikuasai oleh blogger agar blognya bisa semakin baik dan rapi. Sehingga terasa nyaman saat dikunjungi.

Blogger Mesti Bisa Ngoding

Blogger Merdeka sendiri sudah mengenal blog sejak 2011. Waktu itu masih belajar sendiri dengan modal internet dan Google. Sampai akhirnya bisa membuat blog pertama dengan custom domain bertemakan teknologi.

Layaknya teknologi handphone yang kita gunakan sekarang, blog juga mengalami perkembangan yang selalu update. Sejak sering mengikuti pelatihan webmaster di Pontianak, Blogger Merdeka mulai mengakrabi yang namanya SEO (Search Engine Optimization). Mudahnya itu adalah sebuah teknik yang bisa kita lakukan untuk membuat blog kita jadi lebih baik dan mampu bersaing di hasil pencarian.

Entah kenapa, rasanya lebih mudah memahami materi yang diberikan selama pelatihan, mungkin karena pematerinya menyampaikan dengan cukup baik. Petualangan pun semakin jauh dilakukan hingga berteman dan bertanya dengan orang-orang yang sudah berpengalaman dalam hal perbloggeran.

Di beberapa kesempatan sering disinggung kalau blogger itu mesti bisa ngoding. Otomatis pikiran langsung tertuju pada barisan kode-kode unik yang bikin bingung itu. Tapi ternyata, mau tidak mau jika memang sudah serius menekuni blog, setidaknya kita bisa mengerti pemograman dasar.

Kenapa Blogger Harus Bisa Ngoding?

Tidak harus sih sebenarnya, tapi disarankan agar bisa mempelajari pemograman dasar. Salah satu tujuannya adalah agar kita bisa memaksimalkan blog yang dimiliki dan menerapkan teknik SEO yang sudah dipelajari dengan baik.

Sebab terkadang ada beberapa kode tertentu yang sebenarnya tidak perlu digunakan, tapi terpaksa digunakan karena tidak memiliki pengetahuan tentang itu. Kalau dihapus sembarangan, bisa menyebabkan error yang nantinya malah akan bikin tambah pusing.

Contoh lainnya saat kita harus dihadapkan dengan pembuatan link dofollow atau nofollow di tulisan yang akan kita publikasikan. Pada blogspot membuatnya tentu sangat mudah, karena sudah ada menu bawaan yang hanya tinggal dicentang saja. Namun pada WordPress misalnya, terkadang kita harus melakukannya secara manual seperti menambahkan “rel=nofollow”. Walau sebenarnya ada plugin yang bisa membuatnya jadi lebih mudah.

Meski bukan sesuatu yang harus, memahami pemograman dasar seperti penggunaan HTML, CSS dan sejeinisnya akan memudahkan kita dalam mengelola blog yang dimiliki. Setidaknya kita bisa memaksimalkan sesuatu yang memang bisa kita manfaatkan untuk membuat kinerja blog jadi lebih baik. Terutama dari sisi SEO.

Tags:, ,

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *