Google+ Tutup, Broken Link Membengkak!

Kabar akan dimatikannya layanan Google+ sudah lama terdengar. Ketika berita itu mulai beredar, banyak blogger yang mempertanyakan efek dari ditutupnya media sosial milik Google tersebut. Beberapa mengatakan semua komentar yang dibuat menggunakan akun Google+ akan terhapus, sesuai dengan notifikasi yang diberikan Google pada layanan Blogger miliknya. Namun kemudian ini ternyata menjadi masalah.

Efek Tutupnya Google+

Awalnya keputusan Google untuk menonaktifkan layanan G+ tidak begitu mengkhawatirkan. Sebab banyak yang beranggapan semua yang berkaitan dengan layanan tersebut tidak akan memberikan dampak yang serius, khususnya pada blog yang dikelola. Tapi ternyata, sejak resmi ditutup pada 2 April 2019 kemarin, sejumlah permasalahan mulai muncul, terutama di kalangan blogger.

Google+ Tutup
Google+ Pamit

Bisa dikatakan sebagian besar blogger, khususnya di Indonesia, mengalami broken link secara massal akibat tutupnya Google+. Ini tentu menjadi masalah yang serius bagi mereka yang fokus pada blog dan sangat menjaga kualitas blognya. Apalagi mereka yang menjadikan aktifitas blogging sebagai sebuah pekerjaan.

Broken Link Membengkak

Ditemukan beberapa blogger yang mulai mengeluhkan banyaknya jumlah broken link yang diakibatkan oleh Google+. Terutama mereka yang menggunakan layanan Blogger milik Google. Sebab fitur komentar pada layanan tersebut memungkinkan pengunjung untuk meninggalkan komentar menggunakan akun Google+ mereka.

Semula pilihan tersebut dianggap paling aman jika dibandingkan dengan pilihan name/url di mana pengunjung bisa memasukkan link website mereka melalui komentar. Sebab jika suatu saat domain website yang ditanamkan itu tidak diperpanjang atau mengalami error, maka akan berpotensi besar menjadi broken link.

Salah satu yang paling dihindari dari adanya broken link pada blog yang kita miliki adalah penurunan peringkat atau kualitas blog di mata mesin pencari. Sekilas memang terlihat sepele, tapi ini bisa berdampak pada penurunan DA/PA, pageviews, visitor dan lain-lain. Apalagi jika blog tersebut hanya mengandalkan organic search traffic dari mesin pencari semisal Google.

Baca juga:  Blogger Mesti Bisa Ngoding?

Mengecek Broken Link pada Blog

Banyak yang mungkin bertanya bagaimana caranya kita bisa mengetahui broken link yang kita miliki. Ada banyak tool online yang bisa kita gunakan untuk mengecek broken link. Blogger Merdeka sendiri lebih senang menggunakan Online Broken Links Checker. Itu karena penggunaannya sangat mudah dan kita bisa mengetahui letak broken link yang ada.

Mengatasi Broken Link di Blogger

Mayoritas yang terkena dampak dari apa yang dialami oleh Google+ adalah pengguna Blogger. Alasannya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bersumber dari kolom komentar. Seperti yang dialami oleh Blogger Techno Pontianak yang mendapat sekitar 200 broken link karena masalah ini.

Broken Link Efek G+ Tumbang
Broken Link Efek G+ Tumbang

Meski begitu, bukan berarti pengguna WordPress juga bisa tenang-tenang saja, apalagi mereka yang sebelumnya menggunakan blogspot lalu migrasi ke WordPress dan mengembalikan semua komentar beserta interaksi yang ada. Seorang teman mendapat sekitar 1750 broken link karena itu. Lebih parah lagi, ada yang angkanya hampir menyentuh delapan ribuan. Luar biasa.

Mengatasi broken link di Blogger terbilang cukup sulit. Karena tidak semua template menyediakan fitur “hapus” pada kolom komentar. Sehingga pengguna harus menghapusnya secara manual melalui menu komentar yang ada di dashboard Blogger. Sayangnya itu akan semakin menyulitkan, karena akan bercampur dengan komentar yang tidak menyebabkan masalah ini.

Menghapus Broken Link di WordPress

Dampak buruk broken link massal yang diakibatkan G+ sayangnya tidak hanya berlaku pada pengguna Blogger, sejumlah pengguna WordPress terpantau juga mengalami hal yang sama. Terutama para blogger yang sebelumnya menggunakan blogspot, sudah memiliki cukup banyak komentar menggunakan akun Google+ dan kemudian beralih (migrasi) ke WordPress.

Bedanya, di WordPress jauh lebih mudah untuk mengatasi masalah ini. Selain melakukan pengecekkan melalui Online Broken Links Checker, kita juga bisa memanfaatkan plugin bernama Broken Links. Plugin ini akan memberikan informasi tentang broken link yang terdeteksi dan memberikan opsi “unlink” untuk menghapus broken link tersebut.

Baca juga:  Blogger Mesti Bisa Ngoding?

Solusi Broken Links untuk Blogger

Melihat dampak negatif yang diakibatkan oleh broken link yang cukup banyak pada sebuah blog, sebagai pemilik blog kita harus memberikan perhatian khusus pada hal ini. Kita bisa mengatasi masalah broken link dengan melakukan pengecekkan rutin setiap bulan. Baik itu menggunakan tools online atau juga plugin yang tersedia di WordPress.

Broken link bukan hanya dihasilkan oleh Google+ saja, beberapa aktifitas lain seperti placement content atau lupa memperpanjang masa sewa domain juga bisa menyebabkan broken link. Maka dari itu kita perlu memeriksanya secara rutin. Tidak harus dihapus, untuk beberapa kasus tertentu, link yang mati bisa digantikan dengan link lain yang masih aktif.

Sekian dulu pembahasan kita tentang Google+ ditutup dan efeknya terhadap blogger. Semoga pembahasan ini bisa memberikan pengetahuan baru untuk kita semua sehingga bisa membangun sebuah blog yang baik dan berkualitas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *